Evaluasi Implementasi Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19 Jenjang Sekolah Menengah Atas Di Provinsi Maluku Utara

·

·

SINOPSIS BUKU : “Evaluasi Implementasi Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19 Jenjang Sekolah Menengah Atas Di Provinsi Maluku Utara”

 

PENULIS : KERJASAMA BALITBANGDA MALUKU UTARA DENGAN UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE

Jumlah Halaman : 152

Cetakan : 2021

Penerbit : Balitbangda Provinsi Maluku Utara

Website : saloirisetdaninovasi.com

 

Perencanaan pembelajaran dalam rangka implementasi pembelajaran pada masa covid-19 secara umum telah dilakukan dengan baik dengan tersedianya Buku Pedoman/Regulasi pembelajaran pada masa covid-19, perangkat pembelajaran, infrastruktur, dan penyiapan SDM sebelum pembelajaran. Pada saat implementasi pembelajaran juga telah mengacu pada Buku Pedoman/Regulasi pembelajaran pada masa covid-19, namun perangkat pembelajaran yang disusun oleh pendidik masih belum mengadaptasi kondisi pandemic covid-19. Metode yang paling banyak digunakan pendidik dalam pembelajaran adalah penugasan dan ceramah sedangkan peaksanaan praktikum digolongkan sangat sedikit. Moda pembelajaran yang digunakan di sekolah umumnya campuran luring dan daring dengan cara mengurangi jam pelajaran dan pemberlakuan sift belajar bagi peserta didik;

Faktor pendukung dalam pembelajaran pada masa covid-19, diantaranya: a) Pemerintah memperhatikan keberadaan dan keterlaksanaan kurikulum pada era pandemi covid-19; b) Revisi kurikulum selalu dilakukan agar relevan diterapkan dalam masa covid-19; c) Tersedianya buku atau modul dengan berbagai contoh penerapan pembelajaran menggunakan model maupun metode pembelajaran inovatif yang dapat diakses oleh pendidik secara mudah; d) Sekolah diberikan kebebasan dalam mengembangkan dan menerapkan kurikulum sesuai dengan kondisinya; e) Pendidik berupaya mengembangkan diri agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik sekalipun dalam kondisi tidak normal; f) Pendidik memiliki kreativitas yang tinggi dalam mengembangkan materi ajar, modul, ringkasan materi dan lain-lain; g) Pendidik berupaya mengembangkan media pembelajaran; h) pendidik mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan diri dalam bentuk sosialisasi, workshop, pelatihan, dan pendampingan; i) Tingginya motivasi belajar peserta didik sekalipun kondisi sedang tidak normal untuk belajar; j) Tenaga kependidikan memiliki kepekaan yang tinggi dalam menyiapkan administrasi serta sarana dan prasarana yang digunakan untuk pembelajaran pada masa covid-19; k) sekolah berupaya memenuhi sarana dan prasarana pembelajaran sekalipun belum bisa maksimal; l) sekolah berupaya meningkatkan pendanaan sekalipun belum bisa maksimal;

Faktor penghambat dalam pembelajaran pada masa covid-19, diantaranya: diantaranya: a) Pada daerah yang tergolong 3T terdapat keterbatasan, misalnya: akses transportasi darat maupun laut, sinyal internet; b) Ketidakmerataan kepemilikan hard ware maupun soft ware, serta kecukupan pulsa data bagi pendidik dan peserta didik menyebabkan pembelajaran pada masa covid-19 mengalami kendala; c) Tidak tersedianya buku ajar, modul, dan lain-lain pada beberapa sekolah menyebabkan pembelajaran tidak berjalan dengan maksimal; Keempat, Alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan sebagai rekomendasi hasil penelitian diantaranya: a) Dilakukan pelatihan kepada pendidik tentang penyusunan perangkat pembelajaran yang relevan yang mengadaptasi kondisi pandemi covid-19 dengan didampingi oleh ahli/pakar bidang pendidikan; b) Pelatihan/pendampingan tentang pemanfaatan IT dalam bentuk e-learning pada masa covid-19 agar pembelajaran memperoleh hasil yang maksimal; c) Pelatihan tentang Peningkatan kreativitas sekolah dalam memperoleh dana tambahan melalui inovasi berbasis kearifan lokal agar kebutuhan pembelajaran di masa covid-19 dapat terpenuhi; d) Dilakukan riset lanjutan terkait upaya peningkatan hasil belajar dan keterampilan abad 21 peserta didik pada masa covid-19 untuk menghindari pengangguran setelah lulus SMA/SMK.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *